Minggu, 21 Juni 2009

Rahasia Belajar dari Allah

RAHASIA BELAJAR DARI ALLAH

“Sesungguhnya jika Allah kebaikan terhadap seseorang maka Allah akan memberikan kepadanya pemahaman terhadap ilmu agama. Sesungguhnya menuntut ilmu hanya dengan belajar”

Nah apa yang terpikir oleh mu jika kamu membaca hadist diatas?

Sebenarnya, hadist ini menerangkan betapa penting dan harusnya kita untuk belajar. Sesungguhnya menuntut ilmu hanya dengan belajar. Hanya. Artinya kalau ingin mendapat ilmu ya harus belajar. Ga ada cara lain.

Ah ga juga. Aku tak perlu guru untuk belajar, aku ga perlu duduk dikelas untuk belajar, aku otodidak lho. Nah mungkin banyak juga yang berpikiran seperti itu.

Eit, tunggu dulu, jangan mempersempit makna belajar dong. Belajar bukan hanya terbatas pada kegiatan transfer ilmu disekolah atau universitas lho. Wah, sayang sekali kalau kita menganggap belajar cuma sebatas itu.

Belajar itu luas lho. Sudah sadarkah kita bahwa kita itu tiap saat dan tiap waktu selalu belajar. Lho? Benarkah?

Ya iyalah masa ya iya dong……. Ssstttt!! Ini rahasia dari orang bijak lho.

Katanya,”Belajar pada hakekatnya bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tapi untuk perubahan.”

Nah lho! Untuk perubahan, jadi menurut orang bijak itu betapa merugi orang-orang yang belajar hanya untuk menambah ilmu pengetahuan saja, tanpa ada perubahan dalam dirinya, dalam hati dan pikirannya. Karena belajar yang sejati adalah belajar untuk berubah. Belajar untuk berubah menuju kebaikan. Belajar untuk semakin bermanfaat bagi orang lain. Itulah belajar yang sejati.

Lalu, apa hubungannya dengan redaksional hadist sebelumnya?

Sesungguhnya jika Allah kebaikan terhadap seseorang maka Allah akan memberikan kepadanya pemahaman terhadap ilmu agama.” Agama kok ilmu? Bukan ajaran atau doktrin sih?

Nah itu artinya agama itu memang untuk dipelajari dan dipahami baru kemudian diamalkan. Masih inget hadistnya kan? ”ilmu itu mendahului amal” nah, berarti kita disuruh berilmu dulu baru beramal. Trus nyari ilmunya gimana? Yah dengan belajar seperti redaksional kalimat hadist berikutnya. Tuh kan, ilmu agama aja harus belajar, apalagi ilmu-ilmu yang lain, seperti sains, matematika, bahasa asing, ilmu sosial, dsb.

Tapi tetap ilmu agama itu nomor satu. Itu bisa dipahami dari hadistnya. Kan kebaikan itu adanya pada ilmu agama.

Intinya, dari hadist tersebut dalam versi saya adalah “ jika kita belajar ilmu agama, Allah akan memberikan kita kerbaikan.” Subhanallah betapa Maha bijaknya Allah.

Stop,stop tunggu dulu jangan langsung divonis begitu! Kenapa kebaikan ada dalam ilmu agama? Ilmu agama kan ga praktis. Kita kan ga bisa kerja “keren” dengan hanya mengandalkan ilmu agama.

Eit, jangan salah! Asal dari segala ilmu adalah ilmu agama. DOEEENG? Oh ya?, ya iyalah segala ilmu itu terkait erat dengan ilmu agama. Bukankah ilmu agama itu mengajarkan kita ilmu tentang hubungan kita sebagai manusia dengan Tuhannya, hubungan kita dengan sesama manusia, dan hubungan kita dengan makhluk lain, dengan kata lain semesta dan segala isinya.

Nah, kembali lagi bahwa belajar itu ga harus terpaku pada ruang dan waktu, bisa kapan saja dan dimana saja, dan dari apa saja.

Ini nih yang menarik, coba apa yang Allah perintahkan kepada nabi Muhammad ketika pertama kali beliau menjadi rasul? Ga langsung diperintahkan untuk shalat dulu, tapi apa coba???Betul! disuruh belajar. Belajar lho! Lha wong ayat pertamanya singkat dan jelas cuma “Bacalah dengan nama tuhanmu yang menjadikan”. Bacalah! Nah artinya Nabi Muhammad SAW disuruh belajar lho.

Kan disuruh membaca, bukan belajar. Kenapa redaksionalnya bukan belajarlah! Kan supaya lebih jelas, disuruhnya belajar. Kalau bacalah, ya disuruh membaca, bukan membaca. Ssttt ini juga rahasia yang penting dan mendasar lho. Rahasia belajar yang paling penting adalah Membaca. Membaca!

Nah inilah membaca, membaca adalah belajar yang sesungguhnya. Jangan dipersempit lagi ya. Membaca itu konteksnya lebih luas lagi. Itu bahasa “gaol” lo dari Allah.

Baca itu maksudnya bukan hanya baca tulisan aja tapi membaca segala hal .mungkin temen-temen pernah denger juga ungkapan seperti ini ”membaca orang”, “membaca hati”, “membaca arah angina” dan banyak membaca –baca yang lainnya.

Semesta ini bisa di baca lo. bisa dipelajari. Kita bisa belajar dari air, tanah, langit, bahkan binatang. .semua ciptaan Allah itu punya makna dan keberartian sendiri. Tak ada yang sia-sia.

Ah masa? lalu apa guna bakteri dan virus-virus itu?apa ada manfaatnya?tentu saja! Ada!!. Dan banyak! banyak lo para ilmuan yang telah membuktikan lewat penelitiannya. bahkan kutu pun ada manfaatnya. ga sia-sia. bukankah dalam firman Allah disebutkan

“sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : yaa Tuhan kami, tiadalah engkau
menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau. Maka periharalah kami
dari siksa neraka.
” (QS. Ali Imran : 190-191)

Nah,gaada yang sia-sia dalam ciptaaan Allah. Semuanya dapat kita baca dan pelajari. Semua hal tak ada yang sia-sia, pasti ada hikmah dalam penciptaannya .

Tapi,ga bisa langsung baca juga lo, Allah memberI arahan buat kita untuk membaca dan berfikirlah. Jadi rahasia belajar paling sejati adalah’ belajar membaca dan berfikir karena itulah dasar dari belajar dan berubah.

Jadi selamat membaca,selamat berfikir dan selamat berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar